Kamis, 31 Maret 2011

Untuk Suamiku

cinta, aku ingin tua bersamamu menatap anak-anak yang meneruskan jejak kita tanpa perlu sesaatpun khawatir hatimu pergi meninggalkanku
pelajari aku dan hatiku

Selasa, 29 Maret 2011

Kurang Kurang dan Kurang Kapan Lebih'nya

bagaimanan jika kita tidak bisa melihat orang yang kita cintai dan selalu bersama kita
bagaimana jika kita hanya bisa merasakan dan mendengar tanpa bisa melihat kecantikan paras orang yang kita cintai.

namun, dibalik itu semua justru dengan kita tidak melihat paras dan kenampakan orang yang kita cintai mungkin akan membuat kita tidak pernah merasa kekurangan, menjalani dengan penuh keikhlasan tanpa ada tuntutan untuk menjadi seperti dan seperti.
kagum dan takjub tatkala melihat sepasang tunanerta menaiki bus trans yang melaju di kota gudeg. . seumur bapak2 dan ibu2...

Menunggu Lebih Baik, Dari Pada Tidak Sama Sekali

Lugu nan bijak tampilan yang nampak padanya. Mempesona setiap langkah yang tertapak dari kakinya. Walau sekian lama, walau sekian jauh namun tiada keluh yang pernah terucap. Memberi tanpa berharap untuk dibalas, dan hanya ikhlas yang ada dihatinya. Mukti nama yang biasa terucap untuk menyapanya. Seorang guru MI didesa yang berada tidak jauh dari pusat kabupaten kotaku. Hanya saja nasib sekolah MI ini jauh dari sekolahan-sekolahan yang berada dipusat kabupaten.

Pak mukti adalah seorang guru swasta pengajar disekolahku. Beliau mengajar kelas 5 dan kelas 6, pembawaanya tenang, berwibawa, terkadang lucu, dan sangat bersahabat dengan murid-murid. Dengan hanya bermodalkan ijazah Aliyah, beliau mengajar disekolahku. Maklum, sekolahku adalah sekolah swasta yang kekurangan guru dan mengharapkan ada sukarelawan yang mau mengajar dengan gaji yang pas-pas-an. Ranah sekolahku memang berbeda dengan sekolah-sekolah negeri. Misi kami adalah yang penting mendapatkan murid dan para orang tua tidak ragu untuk menyekolahkan anaknya disekolahku, meskipun nyata-nyata ada sekolahan yang lebih baik dari sekolahku.