Selasa, 27 Maret 2012

Peningkatan Nilai Ekonomis Terung Untuk Jenang Legit


Terung atau (Solanum Melongena l) merupakan tanaman asli daerah tropis. Tanaman ini diduga berasal dari benua Asia, terutama India dan Birma. Daerah penyebaran tanaman terung pada mulanya terkonsentrasi dibeberapa negara (wilayah), antara lain di Karibia, Malaysia, Afrika Barat, Afrika Tengah, Afrika Timur, dan Amerika Selatan. Lambat laun tanaman ini menyebar ke seluruh dunia, baik negara-negara yang beriklim panas (tropis) maupun iklim sedang (sub tropis). Pengembangan budi daya terung paling pesat di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia. Terung merupakan tanaman buah yang selalu ada sepanjang tahun, sangat melimpah di pasaran sehingga mudah didapat apalagi saat panen. Purwodadi merupakan daerah yang melimpah akan produksi terung. Setiap kali masa panen,

harga terung anjlok dan menjadi tidak bernilai. Hal inilah yang menjadi masalah bagi para petani terung yaitu belum adanya ide untuk memanfaatkan terung menjadi produk makanan yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan memiliki daya simpan yang lama. Dengan adanya ide memanfaatkan terung menjadi produk jenang legit,



 diharapkan dapat menjadi referensi bagi masyarakat untuk memanfaatkan terung menjadi produk makanan. Sehingga, dapat mengatasi kemelimpahan terung pada masa panen.

 Sebagian besar masyarakat pada umumnya baru mengenal dan memanfaatkan terung sebagai bahan sayuran dalam hidangan atau menu pelengkap sehari-hari. Buah terung yang digoreng dapat dihidangkan dengan sambal terasi, selain sebagai bahan sayur buah terung dapat digunakan sebagai obat tradisional. Buah terung adalah jenis sayuran yang sangat populer dan disukai oleh banyak orang.

Selain karena rasanya enak dan lezat untuk dimakan khususnya dijadikan sebagai bahan sayuran atau lalapan, juga mengandung gizi yang cukup tinggi, terutama kandungan Vit A sebesar 30,0 SI dan Fosfor sebesar 37,0 mg per 100 g buah terung. Komoditas terung ini cukup potensial untuk dikembangkan sebagai penyumbang terhadap keanekaragaman bahan pangan bergizi bagi penduduk.

 Terung merupakan produk hortikultura yang bersifat mudah rusak apabila tidak ditangani secara tepat dan benar. Oleh karena itu, usaha pengolahan terung menjadi beberapa produk olahan makanan merupakan suatu alternatif yang cocok untuk dilakukan. Pada masa sekarang ini, pola konsumsi masyarakat perlahan mulai berubah. Kesibukan kebanyakan masyarakat menuntut untuk dapat menyediakan makanan yang cepat saji dan praktis untuk dikonsumsi dimanapun dan kapanpun.

 Walaupun makanan cepat saji, namun diharapkan masyarakat mampu memilah-milah makanan yang memenuhi kebutuhan gizi dalam tubuh. Jenang atau dodol merupakan salah satu jenis makanan tradisional yang cukup populer di Indonesia. Jenang ini dibuat dari campuran antara tepung ketan, gula merah, dan santan kelapa yang di didihkan sampai kental. Makanan ini memiliki rasa manis dan gurih, berwarna coklat, bertekstur lunak sehingga digolongkan sebagai makanan semi basah.

 Aneka dodol maupun jenang yang dibuat dari buah-buahan seperti dodol nanas, dodol pisang, dodol apel dan sebagainya sudah banyak dibuat. Jenang legit terung kaya susu ini hadir untuk menambah keanekaragaman produk jenang maupun dodol yang telah ada di pasaran. Selain itu, juga meningkatkan nilai ekonomis terung tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar